Find Your Passion And Let's Action!

It's my personal blog about my passion in Cinematography, Music, & Journalistic.

Senin, 07 Juli 2014

Kebahagiaan, Masalah, dan BUAH NANGKA



Hai guys! Ketemu lagi sama gue di dalam blog gue yang gue bikin sendiri dan artikel ini datang dari pemikiran gue. Seharusnya judulnya jangan kaya yang di atas yah, tapi “Semua Serba Gue”! Haha. Apa sih isi dari artikel ini? Nih gue kasih bocoran dikit ; artikel ini berkaitan dengan filosofi buah nangka dan life lesson yang biasa kita hadapi sehari-hari. Wah! Gimana bisa kepikiran kaya gitu? Gak tau guys, kacau aja tiba-tiba gue dapet ilham pas makan buah nangka di dapur dan dengan secepat kilat buka laptop dan menari-narikan ke sepuluh jari gue yang masih berlumuran getah nangka di atas keyboard. Nah, pada artikel gue kali ini, gue pengen menceritakan dan mendeskripsikan konvergensi antara ketiga  variabel pada judul di atas. Yaps, kebahagiaan, masalah, dan BUAH NANGKA. Anggep aja gue bener-bener gak tahu tentang hal-hal di atas, so, mari kita telaah bersama-sama.
   
Kalau kebahagiaan sama masalah mungkin masih ada nyambung-nyambungnya kali ya? Secara kan kebahagiaan akan ada setelah kita berhasil melewati sebuah masalah. Nah tapi kalau sama BUAH NANGKA? Apa iya nyambung? *pak-ketipak-ketipung suara gendang bertalu-talu. SEEEERRR!!!!
  
Nah, kalau tadi kita udah sepakat nganggep gue sebagai pihak yang gak tahu, sekarang anggep gue jadi pihak yang udah tahu dan tempe (berubah jadi tahu! CLING!) Allright guys, pertama gue gak mau ngajak kalian berpusing-pusing dulu. Sekarang gue pengen tanya dulu nih, kalian semua pastinya udah pernah kan makan buah nangka? Yang kuning kan? Yang manis kan kaya penulisnya? YOIH! Bener banget. Yang bergetah dan lengket kan kaya penulisnya? HELL NO! Oke, jadi sepakat kan kalian udah pada tau? Yang belum tau, DL yah! (Derita Loe –red) Buat orang-orang dari angkasa luar yang gak tau dan belum pernah ngerasain nangka, nih gue kasih liat gambarnya :

Gambar 1 - Ini buah nangka.

Nah, wahai mahluk-mahluk dari angkasa luar, kalian udah tahu kan bentuknya? Udah bisa ngawang-ngawang dong gimana rasanya yang manis dan menyegarkan? Well, sekarang gue mau membagi buah nangka berdasarkan bagian-bagiannya. Cukup tiga aja gausah banyak-banyak kaya mau belajar biologi.


#1 Kulit Nangka


Gambar 2 - Serem  yak? Nyucus-nyucus gimanaaa gituu.
Gimana persepsi pertama kalian liat kulit nangka? Runcing? Ijo ke-item-iteman? (kaya apa yah?) Jelek? Hmm oke, persepsi kalian gak salah guys karena gue pun juga ngeliatnya begitu. Sekarang, pikiran liar gue menganalogikan bahwa kulit nangka itu layaknya masalah. Oalah dalah, kok bisa sih?! Ya bisa dong. Mari kita samakan pikiran bahwa sebuah masalah itu sesuatu yang gak kita inginkan. Cenderung dilihat sebagai suatu hal yang negatif. Menakutkan dan cenderung kita menghindari masalah. Sama aja kaya pas pertama kali kita ngeliat kulit buah nangka. Kita pasti gak suka dengan wujudnya. Ketika mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut, kulit nangka itu terkesan “tajam” dan sepertinya akan menyakiti tangan kita yang sehalus sutra. Yang lebih parahnya lagi, bukanya juga agak susah, harus agak memakai tenaga. Belom lagi kalo kita harus merelakan tangan kita yang seperti tangan bayi, tercoreng kesuciannya akibat getah yang menempel mesra di tangan kita. Tapi ketika kita mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut, ternyata gak terlalu runcing juga. Apalagi kalau kita berhasil membuka kulit nangka tersebut. Kita akan segera dimanjakan oleh rasa manis yang sungguh membuat ketagihan. Nah ini berhubungan sama masalah. Masalah akan terlihat mencemaskan, sukar untuk kita hadapi. Tapi ketika kita mencoba “beramah-tamah” dan “berdamai” dengan masalah, masalah tersebut tidak sepelik yang kita kira. Bahkan kita akan segera terbuai dan mencari cara bagaimana cara menyelesaikannya. 



#2 Tenda Bunga

Kalo udah berhasil “membelah nangka”, kita bakal menghadapi tantangan yang lainnya selain kulit dan getah nangka. Apakah itu? JENGJENG! Itu adalah TENDA BUNGA. Hah? Kok baru tau? Gue juga baru tahu. Baru tahu kalo itu namanya tenda bunga maksudnya. Yang mana sih? Hah, daripada bingung nih gue kasih liat gambarnya ya?

Gambar 3 - Itu yang red-ink bukan penampakan loh ya!
Gimana? Pasti banyak dari kalian yang bergumam “ooooh” dengan mulut bulat mutlak layaknya cimol khas Bandung. Nah, ini keliatannya sepele guys. Tapi ini juga mempersulitkan kita dalam menikmati daging nangkanya. Kalo kalian gak sabaran, kalian pastinya udah asal main tarik aja kayak narik lotere yang pake benang yang sering kita beli di abang-abang harum manis pas kita SD dulu (ngaku loe!) Padahal guys, menurut artikel di wikipedia yang barusan gue baca, tenda bunga itu memiliki nectar atau cairan sejenis madu yang rasanya so pasti manis walaupun ini menyulitkan kita untuk langsung menyikat habis daging buahnya. Tenda bunga ini yang gue analogikan sebagai “proses menyelesaikan masalah”. Kita harus sabar dalam menyelesaikan masalah karena kalo kita gak sabaran, malah yang ada kita bisa memperkeruh keadaan. Nah, kalo kita justru sabar dan menikmati prosesnya, kita malah akan menghadapi suatu kesan tersendiri yaitu manis. Jadi proses ini emang sulit dan sepele keliatannya, namun tetap ini merupakan sesuatu yang gabisa kita lewatkan. Nikmati prosesnya maka kalian akan menemukan nikmat yang sejati!

#3 Daging Nangka

Gambar 4 - Mmmh, So yummy!

Setelah kalian ketemu kulit nangka yang lumayan serem, terus kalian berjibaku dan bergulat dengan kulit nangka yang tidak hanya seram, namun juga keras . Belum lagi kalian haru bergulat dengan getahnya yang lengket, sampailah pada kenikmatan sesungguhnya yaitu buah nangka yang begitu manis, harum dan menggoda.  Daging nangka ini gue analogikan dengan puncak dari masalah yaitu penyelesaiannya. Akan terasa manis sempurna ketika sudah ranum dan tanpa cacat. Manis dan keutuhan daging yang kalian nikmati juga berhubungan dengan kematangan dan proses kalian mengupas buah nangka tersebut. Kematangan adalah saat yang tepat untuk menikmati buah ini, sama dengan ketika kalian mendapatkan suatu masalah dan kalian memutuskan apa seharusnya masalah ini diselesaikan dengan segera ataukah ditunggu sampai semuanya kondusif? Berikutnya adalah proses mengupas buah nangka, apakah kalian memotongnya dengan sabar dan tepat? Apakah kalian menyingkirkan tenda buah dengan sabar sehingga daging nangka utuh dan tidak justru terbuang bersama tenda buahnya?



....


 

Gak kebayang yah begitu banyak pelajaran di sekitar kita yang bisa kita petik, dari hal yang sepele sampai yang benar-benar kompleks. Mari kita ucapkan subhanallah. Oh iya, satu lagi mau gue tambahin guys, kalo kita mau mengolah lebih lanjut buah nangka itu menjadi makanan yang lebih lazees pasti bakal oke banget. Contohnya, es kelapa muda nangka, es teler, es doger, wingko nangka dan masih banyak lagi. Ini gue umpakan lagi sama "pengelolaan masalah". Nah kali ini gue serahin sama kalian mau ngartiinnya gimana yah. Yang jelas maksud gue bukan pengen bikin kalian kehausan di tengah-tengah panas terik bulan puasa loh ya. Kalo kalian mengartikannya demikian, yasudah, resiko ditanggung pemirsa! Haha

Gambar 5 - Es doger selalu bikin geger!


Akhir kata, Semoga kita termasuk orang-orang yang bijak dalam menghadapi masalah dan menghargai proses sesulit apapun itu.




Dibikin di meja kerja gue, Tegal, 7 Juli 2014 @ 02.00 A.M (menjelang sahur)


Originally created, edited, and written by M.H Ghaz

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Ok

Posting Komentar

Kebahagiaan, Masalah, dan BUAH NANGKA

| |



Hai guys! Ketemu lagi sama gue di dalam blog gue yang gue bikin sendiri dan artikel ini datang dari pemikiran gue. Seharusnya judulnya jangan kaya yang di atas yah, tapi “Semua Serba Gue”! Haha. Apa sih isi dari artikel ini? Nih gue kasih bocoran dikit ; artikel ini berkaitan dengan filosofi buah nangka dan life lesson yang biasa kita hadapi sehari-hari. Wah! Gimana bisa kepikiran kaya gitu? Gak tau guys, kacau aja tiba-tiba gue dapet ilham pas makan buah nangka di dapur dan dengan secepat kilat buka laptop dan menari-narikan ke sepuluh jari gue yang masih berlumuran getah nangka di atas keyboard. Nah, pada artikel gue kali ini, gue pengen menceritakan dan mendeskripsikan konvergensi antara ketiga  variabel pada judul di atas. Yaps, kebahagiaan, masalah, dan BUAH NANGKA. Anggep aja gue bener-bener gak tahu tentang hal-hal di atas, so, mari kita telaah bersama-sama.
   
Kalau kebahagiaan sama masalah mungkin masih ada nyambung-nyambungnya kali ya? Secara kan kebahagiaan akan ada setelah kita berhasil melewati sebuah masalah. Nah tapi kalau sama BUAH NANGKA? Apa iya nyambung? *pak-ketipak-ketipung suara gendang bertalu-talu. SEEEERRR!!!!
  
Nah, kalau tadi kita udah sepakat nganggep gue sebagai pihak yang gak tahu, sekarang anggep gue jadi pihak yang udah tahu dan tempe (berubah jadi tahu! CLING!) Allright guys, pertama gue gak mau ngajak kalian berpusing-pusing dulu. Sekarang gue pengen tanya dulu nih, kalian semua pastinya udah pernah kan makan buah nangka? Yang kuning kan? Yang manis kan kaya penulisnya? YOIH! Bener banget. Yang bergetah dan lengket kan kaya penulisnya? HELL NO! Oke, jadi sepakat kan kalian udah pada tau? Yang belum tau, DL yah! (Derita Loe –red) Buat orang-orang dari angkasa luar yang gak tau dan belum pernah ngerasain nangka, nih gue kasih liat gambarnya :

Gambar 1 - Ini buah nangka.

Nah, wahai mahluk-mahluk dari angkasa luar, kalian udah tahu kan bentuknya? Udah bisa ngawang-ngawang dong gimana rasanya yang manis dan menyegarkan? Well, sekarang gue mau membagi buah nangka berdasarkan bagian-bagiannya. Cukup tiga aja gausah banyak-banyak kaya mau belajar biologi.


#1 Kulit Nangka


Gambar 2 - Serem  yak? Nyucus-nyucus gimanaaa gituu.
Gimana persepsi pertama kalian liat kulit nangka? Runcing? Ijo ke-item-iteman? (kaya apa yah?) Jelek? Hmm oke, persepsi kalian gak salah guys karena gue pun juga ngeliatnya begitu. Sekarang, pikiran liar gue menganalogikan bahwa kulit nangka itu layaknya masalah. Oalah dalah, kok bisa sih?! Ya bisa dong. Mari kita samakan pikiran bahwa sebuah masalah itu sesuatu yang gak kita inginkan. Cenderung dilihat sebagai suatu hal yang negatif. Menakutkan dan cenderung kita menghindari masalah. Sama aja kaya pas pertama kali kita ngeliat kulit buah nangka. Kita pasti gak suka dengan wujudnya. Ketika mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut, kulit nangka itu terkesan “tajam” dan sepertinya akan menyakiti tangan kita yang sehalus sutra. Yang lebih parahnya lagi, bukanya juga agak susah, harus agak memakai tenaga. Belom lagi kalo kita harus merelakan tangan kita yang seperti tangan bayi, tercoreng kesuciannya akibat getah yang menempel mesra di tangan kita. Tapi ketika kita mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut, ternyata gak terlalu runcing juga. Apalagi kalau kita berhasil membuka kulit nangka tersebut. Kita akan segera dimanjakan oleh rasa manis yang sungguh membuat ketagihan. Nah ini berhubungan sama masalah. Masalah akan terlihat mencemaskan, sukar untuk kita hadapi. Tapi ketika kita mencoba “beramah-tamah” dan “berdamai” dengan masalah, masalah tersebut tidak sepelik yang kita kira. Bahkan kita akan segera terbuai dan mencari cara bagaimana cara menyelesaikannya. 



#2 Tenda Bunga

Kalo udah berhasil “membelah nangka”, kita bakal menghadapi tantangan yang lainnya selain kulit dan getah nangka. Apakah itu? JENGJENG! Itu adalah TENDA BUNGA. Hah? Kok baru tau? Gue juga baru tahu. Baru tahu kalo itu namanya tenda bunga maksudnya. Yang mana sih? Hah, daripada bingung nih gue kasih liat gambarnya ya?

Gambar 3 - Itu yang red-ink bukan penampakan loh ya!
Gimana? Pasti banyak dari kalian yang bergumam “ooooh” dengan mulut bulat mutlak layaknya cimol khas Bandung. Nah, ini keliatannya sepele guys. Tapi ini juga mempersulitkan kita dalam menikmati daging nangkanya. Kalo kalian gak sabaran, kalian pastinya udah asal main tarik aja kayak narik lotere yang pake benang yang sering kita beli di abang-abang harum manis pas kita SD dulu (ngaku loe!) Padahal guys, menurut artikel di wikipedia yang barusan gue baca, tenda bunga itu memiliki nectar atau cairan sejenis madu yang rasanya so pasti manis walaupun ini menyulitkan kita untuk langsung menyikat habis daging buahnya. Tenda bunga ini yang gue analogikan sebagai “proses menyelesaikan masalah”. Kita harus sabar dalam menyelesaikan masalah karena kalo kita gak sabaran, malah yang ada kita bisa memperkeruh keadaan. Nah, kalo kita justru sabar dan menikmati prosesnya, kita malah akan menghadapi suatu kesan tersendiri yaitu manis. Jadi proses ini emang sulit dan sepele keliatannya, namun tetap ini merupakan sesuatu yang gabisa kita lewatkan. Nikmati prosesnya maka kalian akan menemukan nikmat yang sejati!

#3 Daging Nangka

Gambar 4 - Mmmh, So yummy!

Setelah kalian ketemu kulit nangka yang lumayan serem, terus kalian berjibaku dan bergulat dengan kulit nangka yang tidak hanya seram, namun juga keras . Belum lagi kalian haru bergulat dengan getahnya yang lengket, sampailah pada kenikmatan sesungguhnya yaitu buah nangka yang begitu manis, harum dan menggoda.  Daging nangka ini gue analogikan dengan puncak dari masalah yaitu penyelesaiannya. Akan terasa manis sempurna ketika sudah ranum dan tanpa cacat. Manis dan keutuhan daging yang kalian nikmati juga berhubungan dengan kematangan dan proses kalian mengupas buah nangka tersebut. Kematangan adalah saat yang tepat untuk menikmati buah ini, sama dengan ketika kalian mendapatkan suatu masalah dan kalian memutuskan apa seharusnya masalah ini diselesaikan dengan segera ataukah ditunggu sampai semuanya kondusif? Berikutnya adalah proses mengupas buah nangka, apakah kalian memotongnya dengan sabar dan tepat? Apakah kalian menyingkirkan tenda buah dengan sabar sehingga daging nangka utuh dan tidak justru terbuang bersama tenda buahnya?



....


 

Gak kebayang yah begitu banyak pelajaran di sekitar kita yang bisa kita petik, dari hal yang sepele sampai yang benar-benar kompleks. Mari kita ucapkan subhanallah. Oh iya, satu lagi mau gue tambahin guys, kalo kita mau mengolah lebih lanjut buah nangka itu menjadi makanan yang lebih lazees pasti bakal oke banget. Contohnya, es kelapa muda nangka, es teler, es doger, wingko nangka dan masih banyak lagi. Ini gue umpakan lagi sama "pengelolaan masalah". Nah kali ini gue serahin sama kalian mau ngartiinnya gimana yah. Yang jelas maksud gue bukan pengen bikin kalian kehausan di tengah-tengah panas terik bulan puasa loh ya. Kalo kalian mengartikannya demikian, yasudah, resiko ditanggung pemirsa! Haha

Gambar 5 - Es doger selalu bikin geger!


Akhir kata, Semoga kita termasuk orang-orang yang bijak dalam menghadapi masalah dan menghargai proses sesulit apapun itu.




Dibikin di meja kerja gue, Tegal, 7 Juli 2014 @ 02.00 A.M (menjelang sahur)


Originally created, edited, and written by M.H Ghaz

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Ok

Posting Komentar

.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review