Di sebelah ibu, Aku merasa panas. Panas akibat karet penghangat yang kuusapkan di punggungnya sedari tadi.
Di sebelah ibu, Aku merasa dingin akibat angin yang datang dari kipas anginku yang berwarna hijau.
Di sebelah ibu, Aku merasa buta. Sangat minim cahaya untuk menekan tuts keyboard-ku saat ini.
Di sebelah ibu, Aku menjadi lelaki yang selalu siap sedia saat ia membutuhkanku.
Di sebelah ibu, Aku menjadi banci karena Aku ini lelaki tak beguna yang membiarkannya menderita sakit yang tak wajar ini.
Di sebelah ibu, Aku benci. Membenci DIA yang menyakiti ibu.
Di sebelah ibu, Aku marah akibat kesabarannya menghadapi "serangan kasat mata" selama ini.
Di sebelah ibu, Aku berkeringat. Memijat sangatlah menguras energi.
Di sebelah ibu, Aku membunuh semua ingatan dan kasihku...
Tentang dia, yang dulu di sebelah ibu.
Dibuat di sebelah ibu. Tegal, 30 Juni 2014 @ 1.42 A.M.
Originally created, edited, & written by. M.H Ghaz


11.43
Unknown
Posted in: 

0 komentar:
Posting Komentar