Find Your Passion And Let's Action!

It's my personal blog about my passion in Cinematography, Music, & Journalistic.

Kamis, 03 Juli 2014

Review : The Amazing Spider-Man (7 Things Why I Loved SPIDER-MAN)




Well, guys. Pertama gue bakal ceritain alasan gue kenapa kasih judul diatas? Kenapa harus 7 hal? Kenapa gak 10? 50? 100? 1000? KEBANYAKAN! So, why? Keren aja. Lagian ini kan bulan Juli (bulan ke-7 - red) Pas kan? Yoih, brataaah!



Nah, secondly, gue mau mempersilahkan kalian buat nge-judge gue dengan sebutan kudet (kurang update), kuno atau apalah sesuka hati kalian. As you all known, film The Amazing Spider-man udah tayang agak lama kan yah? Gue gak tau persis. Yang jelas, gue baru nontonnya sekarang. Kasihan yah? Nggak juga. Maklum, gue mahasiswa dengan beribu-ribu kesibukan yang mengakibatkan gue gak sempet nonton filmnya, altough di Bogor (kota dimana mahluk ganteng ini berkuliah), banyak banget bioskop Cinema21 atau XXI yang emang lagi jadi pusat perhatian buat para anak muda khususnya pecinta film di tanah air, bahkan di seluruh dunia. Bukan berarti gue gak cinta film lho yaaah? Hey! Film is my life. You must know that!


Kembali lagi ke topik utama, gue disini cuma pengen ngasih review film yang baru aja gue download dan gue pantengin kurang lebih 2 jam 31 menit. Selain itu, gue bakal kasih opini gue tentang values dari superhero yang sukses berat pernah bikin gue tergila-gila sampe imajinasi masa kanak-kanak gue memaksa gue untuk bergelantungan di ayunan TK gue, niruin jagoan kesayangan gue, waktu itu. Sekarang mah engga. Ya kaliiiiii~ wkwk.


....


#1 Naturally : Kekuatan Genetika

Semua pasti tahu kalo Peter Parker (Andrew Garfield) bisa ujug-ujug berubah jadi Spider Man gara-gara digigit laba-laba yang telah terkontaminasi oleh sinar radioaktif. Laba-laba ini berspesies Araneus Oscopeus (kalo gua ga salah baca di salah satu scene film ini ya). Menurut artikel yang gua baca di http://marvel-indonesia.blogspot.com, laba-laba ini menemukan jalur saraf di leher Peter Parker. Alhasil, berubah seorang Peter Parker, remaja yang diremehkan teman-temannya menjadi kuat dan tangguh dengan kekuatan motorik dan gerak refleksnya yang super-dahsyat.

Gambar 1 - Peter Parker yang telah dihinggapi laba-laba setelah keluar dari laboraturium OsCORP.

Gambar 2 - Laba-laba yang mengubah kehidupan seorang kutu buku.

Gambar 3 - Ini nih nama laba-laba radioaktif yang ditemukan di laboraturium OsCORP.


Oke tadi itu sekilas tentang awal kisah seorang superhero nan ciamik beserta antek laba-labanya. Sekarang, gue pengen bahas sisi naturalitas dari Spider-Man itself. Kalian pasti tahu kalo Spider-Man menghajar musuh-musuhnya tanpa bantuan alat apapun kan? Tangan kosong. Cowok banget lah! Tanpa teknologi, kendaraan, alat-alat canggih dan lain sebagainya. Pure dari insting dan naluri laba-labanya plus jaring laba-labanya. Yaps, Spider-Man mengandalkan jaring laba-laba dan itu ampuh untuk membuat lawannya kelepek-kelepek. Itulah kelebihan jaring laba-laba. Pernah gue baca di salah satu majalah langganan gue waktu gue masih kecil dulu, jaring laba-laba memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan baja solid sekalipun! Ga percaya? Coba aja baca sendiri di majalah BOBO! Hehe.


#2 Great Power, Great Responsibilites

Ini kata-kata dari pamannya si Peter Parker yaitu Ben Parker yang selalu jadi motto hidup si manusia laba-laba. Ini juga yang mendasari kenapa seorang pria biasa seperti Peter Parker memutuskan untuk menolong orang lain. Motto ini udah bukan sekedar motto lagi, namun udah jadi kepercayaan yang mendarah daging. Ini panggilan jiwa seorang Peter Parker untuk menolong orang lain dan melindungi kota Manhattan, NY dari segala bentuk kejahatan dari yang sepele, sampai yang paling rumit. Dalam  melakukan misinya untuk melindungi orang lain, Peter Parker mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan sampai merelakan orang-orang yang dicintainya demi melakukan tugas mulianya ini. Segala daya dan upaya Ia kerahkan untuk melindungi orang-orang. Gokilnya lagi, sampai pada saat doi sakit pun, doi masih tetap melindungi seorang penjaga minimarket. Angkat topi, bro!

Gambar 4 - Peter Parker memilih memutuskan hubungannya dengan Gwen Stacy, si pirang yang begitu dicintainya.

Gambar  5 - Tidak memandang umur atau jabatan, siapapun ditolong dengan sepenuh hati.

Gambar 6 - Dengan jaket tebal dan tutup kepalanya, flu tidak menghalangi Spidey untuk membasmi kejahatan. GOKIL!

Gambar 7 - Kembalinya sang jagoan pasca kesedihan akibat kehilangan wanita yang begitu dicintainya. Hiks.






#3 Kemampuan Interpersonal yang Baik

Satu hal yang menarik perhatian gue sebagai mahasiswa komunikasi (ceilah pamer), Spidey memiliki skill komunikasi interpersonal yang baik. Apa dan gimana sih komunikasi interpersonal yang baik itu? Sebelumnya gue kasih pengertian dulu. Komunikasi interpersonal yaitu komunikasi yang melibatkan orang-orang yang berkomunikasi secara langsung dengan tujuan untuk menjalin hubungan dan mengarahkan pada perubahan pikiran, ide, gagasan, serta perilaku seseorang. Alhamdulillah masih hafal hahaha. Nah, dalam membasmi kejahatan, Spidey gak cuman pinter gebukin musuh-musuh secara "membabi buta", tapi Ia juga bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta menenangkan orang-orang yang ditolongnya. Dia juga ramah sama orang-orang sekitarnya sehingga gak heran, dia adalah pahlawan sekaligus teman bagi masyarakat kota NY. Wohooo, that's why the entire NY's civil loves him!

Gambar 8 - Spidey bisa banget bikin orang yang ditolongnya merasa "berarti".

Gambar 9 - Dalam scene "Kembalinya Sang Jagoan", Ia memuji dan berterimakasih kepada seorang anak pemberani yang berani face-to-face dengan Badak Elektrik yang mengamuk di tengah kota.


#4 LOVE - The Biggest Power in The World

Masih inget film Harry Potter gak? Bukan maksudnya menyimpang, tapi gue sedikit pengin mengingatkan tentang cinta kasih seorang Lily Potter kepada anaknya yang berhasil mematahkan kutukan mematikan Sang Pangeran Kegelapan. Nah, darisitulah gue sadar kalo kekuatan cinta sungguh sangat luar biasa. Balik lagi pada kisah Spider Man, buat apa Ia bersusah payah melindungi orang lain kalau Ia sendiri tidak memiliki cinta? Cinta itu menguatkan. Bisa membuat segala hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Gombangs ya? Gombal banget! Haha. Tapi emang gitu keadaannya, guys. Coba kita tilik lirik lagu dari Bad English yang judulnya "When I See You Smile", yang berbunyi : "When I see you smile. I can face the world. You know I can do anything." Tuh! Masih berani bilang gue gombal? *pegangclurit

Gambar 10 - Romantisme seorang Peter Parker. Ulala~


#5 Technically Amazing

a. Bergerak ke Segala Arah
Gak berlebihan rasanya kalo gue sebut amazing. Ya karena emang amazing! Setiap gerakan Spider Man mampu membuat mulut gue monyong-monyong gak karuan sambil membuat suara ckckck. Sungguh luar biasa. Melompat, bergelantungan, berguling, berkelahi, sampai nggusrak (bahasa Tegal artinya : jatuh -red) pun keren! Dia bergerak melawan gravitasi dengan sangat menawan, padahal Ia hanya bermodalkan jarang laba-labanya. Gedung-gedung bertingkat pun dilompatinya dengan mudah layaknya anak-anak cewek bermain karet gelang! SADIS! 

Gambar 11 - Watchout! Spidey is coming to you!
b. Perfect Fight Movements

Spidey  memiliki gerakan bertarung yang sungguh sangat cadas! Yeah, kalian liat aja, setiap adegan berantemnya mengundang decak kagum para penonton. Dengan gerak motorik dan insting laba-labanya, dia bisa bergerak lincah dan cepat hanya dalam waktu se-per-sekian detik. Bahkan Ia juga memiliki kemampuan sensor yang membuat keadaan disekitarnya terasa lambat sehingga Ia bisa bergerak menyerang dan menghindari musuhnya dengan leluasa. Lebih gokilnya lagi, dengan kecepatan dan kelincahan yang mengagumkan, Spidey mampu menghindari peluru yang diarahkan menggunakan Submachine-gun berkecepatan tinggi. SEDAP!

Gambar 12 - Spidey dengan mudahnya menghindar dari hujaman peluru Submachine-gun berkecapatan tinggi.

Gambar 13 - Ini adegan yang berhasil bikin gue numpahin kolak pisang gue yang masih "setengah jalan". Kocak parah!

Gue tau ini semua cuma efek trik kamera dan editan yang super duper awesome. Tapi ya balik lagi ke judul : Ini salah satu hal yang bikin gue makin cinta sama laba-laba super yang satu ini. Titik.


#6 Rubber Outfit - Kebal Elemen Listrik

Inget dulu pas Peter Parker bikin baju Human-Spider yang norak abis? Ide jeniusnya malah mentransformasi pakaian ini menjadi baju yang elegan, fleksibel dan tahan elemen listrik karena terbuat dari bahan karet spandex walaupun agak bikin gatel, apalagi di daerah selangkangan, katanya sih. Nah, kostum ini pas banget buat ngelawan musuhnya dalam sekuel ini yaitu Electro si manusia listrik. Dia bisa tahan sengatan yang beribu-ribu volt seukuran daya listrik yang ada di kota NY. Gokil gak tuh? Tapi efeknya tetap Ia rasakan pada ototnya. Yah, namanya juga superhero kondang. Masa sih gara-gara kesetrum bisa nangis kaya bocah baru kemaren sore?

Gambar 14 - Walaupun disetrum beribu-ribu volt, doi gak cengeng, bro!

Gambar 15 - Coba gimana kalo kalian yang disetrum kaya gitu? Cenut-cenut yah kaya personel SM*SH >.<


#7 Kemampuan Berpikir Ilmiah

Peter Parker adalah seorang pelajar yang cerdas. Gimana gak cerdas? Dia kan emang kutu buku. Tapi gak sekedar itu, dia juga sering eksperimen dan melakukan riset sendiri. Jadi pengetahuannya gak sekedar teori, namun juga pada pendekatan sains yang aplikatif. Dalam sekuel film The Amazing Spider-Man 2 ini, doi malah bikin alat untuk mengeluarkan jaring laba-labanya sendiri pake jam tangan. Wah wah, bakal menang olimpiade tingkat RT nih. *SILLY

Gambar 16 - Dalam mengalahkan Electro, Spidey di bantu Gwen dengan memanfaatkan prinsip dinamo listrik kelas 2 SMA.
Gambar 17 - Gak cuman teori, praktek broh!



 ....


Nah, itulah tadi review dan poin-poin yang udah gue jelaskan ke kalian semua. Mungkin gue fanatik. Tapi gue cuman mengapresiasi sebuah karya besar garapan Om Marc Webb dan bro-bro-nya yang udah bikin suatu karya yang besar. Nah, gue percaya sebuah karya yang besar bakal melahirkan karya-karya hebat yang lainnya. Sebagai pecinta film, gue gak mau kalah dong. Gue harus membuat sesuatu juga sebisa dan semampu gue. Syukur-syukur bisa menginspirasi dan menambah wawasan kalian semua. Amien.








Dibikin di : Kasur gue yang keras, lanjut finishing di KFC Tegal. 4 Juli 2014 @ 2.11 A.M (menjelang sahur)

Originally created, edited, and written by. M.H Ghaz
 
 




0 komentar:

Posting Komentar

Review : The Amazing Spider-Man (7 Things Why I Loved SPIDER-MAN)

| |




Well, guys. Pertama gue bakal ceritain alasan gue kenapa kasih judul diatas? Kenapa harus 7 hal? Kenapa gak 10? 50? 100? 1000? KEBANYAKAN! So, why? Keren aja. Lagian ini kan bulan Juli (bulan ke-7 - red) Pas kan? Yoih, brataaah!



Nah, secondly, gue mau mempersilahkan kalian buat nge-judge gue dengan sebutan kudet (kurang update), kuno atau apalah sesuka hati kalian. As you all known, film The Amazing Spider-man udah tayang agak lama kan yah? Gue gak tau persis. Yang jelas, gue baru nontonnya sekarang. Kasihan yah? Nggak juga. Maklum, gue mahasiswa dengan beribu-ribu kesibukan yang mengakibatkan gue gak sempet nonton filmnya, altough di Bogor (kota dimana mahluk ganteng ini berkuliah), banyak banget bioskop Cinema21 atau XXI yang emang lagi jadi pusat perhatian buat para anak muda khususnya pecinta film di tanah air, bahkan di seluruh dunia. Bukan berarti gue gak cinta film lho yaaah? Hey! Film is my life. You must know that!


Kembali lagi ke topik utama, gue disini cuma pengen ngasih review film yang baru aja gue download dan gue pantengin kurang lebih 2 jam 31 menit. Selain itu, gue bakal kasih opini gue tentang values dari superhero yang sukses berat pernah bikin gue tergila-gila sampe imajinasi masa kanak-kanak gue memaksa gue untuk bergelantungan di ayunan TK gue, niruin jagoan kesayangan gue, waktu itu. Sekarang mah engga. Ya kaliiiiii~ wkwk.


....


#1 Naturally : Kekuatan Genetika

Semua pasti tahu kalo Peter Parker (Andrew Garfield) bisa ujug-ujug berubah jadi Spider Man gara-gara digigit laba-laba yang telah terkontaminasi oleh sinar radioaktif. Laba-laba ini berspesies Araneus Oscopeus (kalo gua ga salah baca di salah satu scene film ini ya). Menurut artikel yang gua baca di http://marvel-indonesia.blogspot.com, laba-laba ini menemukan jalur saraf di leher Peter Parker. Alhasil, berubah seorang Peter Parker, remaja yang diremehkan teman-temannya menjadi kuat dan tangguh dengan kekuatan motorik dan gerak refleksnya yang super-dahsyat.

Gambar 1 - Peter Parker yang telah dihinggapi laba-laba setelah keluar dari laboraturium OsCORP.

Gambar 2 - Laba-laba yang mengubah kehidupan seorang kutu buku.

Gambar 3 - Ini nih nama laba-laba radioaktif yang ditemukan di laboraturium OsCORP.


Oke tadi itu sekilas tentang awal kisah seorang superhero nan ciamik beserta antek laba-labanya. Sekarang, gue pengen bahas sisi naturalitas dari Spider-Man itself. Kalian pasti tahu kalo Spider-Man menghajar musuh-musuhnya tanpa bantuan alat apapun kan? Tangan kosong. Cowok banget lah! Tanpa teknologi, kendaraan, alat-alat canggih dan lain sebagainya. Pure dari insting dan naluri laba-labanya plus jaring laba-labanya. Yaps, Spider-Man mengandalkan jaring laba-laba dan itu ampuh untuk membuat lawannya kelepek-kelepek. Itulah kelebihan jaring laba-laba. Pernah gue baca di salah satu majalah langganan gue waktu gue masih kecil dulu, jaring laba-laba memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan baja solid sekalipun! Ga percaya? Coba aja baca sendiri di majalah BOBO! Hehe.


#2 Great Power, Great Responsibilites

Ini kata-kata dari pamannya si Peter Parker yaitu Ben Parker yang selalu jadi motto hidup si manusia laba-laba. Ini juga yang mendasari kenapa seorang pria biasa seperti Peter Parker memutuskan untuk menolong orang lain. Motto ini udah bukan sekedar motto lagi, namun udah jadi kepercayaan yang mendarah daging. Ini panggilan jiwa seorang Peter Parker untuk menolong orang lain dan melindungi kota Manhattan, NY dari segala bentuk kejahatan dari yang sepele, sampai yang paling rumit. Dalam  melakukan misinya untuk melindungi orang lain, Peter Parker mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan sampai merelakan orang-orang yang dicintainya demi melakukan tugas mulianya ini. Segala daya dan upaya Ia kerahkan untuk melindungi orang-orang. Gokilnya lagi, sampai pada saat doi sakit pun, doi masih tetap melindungi seorang penjaga minimarket. Angkat topi, bro!

Gambar 4 - Peter Parker memilih memutuskan hubungannya dengan Gwen Stacy, si pirang yang begitu dicintainya.

Gambar  5 - Tidak memandang umur atau jabatan, siapapun ditolong dengan sepenuh hati.

Gambar 6 - Dengan jaket tebal dan tutup kepalanya, flu tidak menghalangi Spidey untuk membasmi kejahatan. GOKIL!

Gambar 7 - Kembalinya sang jagoan pasca kesedihan akibat kehilangan wanita yang begitu dicintainya. Hiks.






#3 Kemampuan Interpersonal yang Baik

Satu hal yang menarik perhatian gue sebagai mahasiswa komunikasi (ceilah pamer), Spidey memiliki skill komunikasi interpersonal yang baik. Apa dan gimana sih komunikasi interpersonal yang baik itu? Sebelumnya gue kasih pengertian dulu. Komunikasi interpersonal yaitu komunikasi yang melibatkan orang-orang yang berkomunikasi secara langsung dengan tujuan untuk menjalin hubungan dan mengarahkan pada perubahan pikiran, ide, gagasan, serta perilaku seseorang. Alhamdulillah masih hafal hahaha. Nah, dalam membasmi kejahatan, Spidey gak cuman pinter gebukin musuh-musuh secara "membabi buta", tapi Ia juga bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta menenangkan orang-orang yang ditolongnya. Dia juga ramah sama orang-orang sekitarnya sehingga gak heran, dia adalah pahlawan sekaligus teman bagi masyarakat kota NY. Wohooo, that's why the entire NY's civil loves him!

Gambar 8 - Spidey bisa banget bikin orang yang ditolongnya merasa "berarti".

Gambar 9 - Dalam scene "Kembalinya Sang Jagoan", Ia memuji dan berterimakasih kepada seorang anak pemberani yang berani face-to-face dengan Badak Elektrik yang mengamuk di tengah kota.


#4 LOVE - The Biggest Power in The World

Masih inget film Harry Potter gak? Bukan maksudnya menyimpang, tapi gue sedikit pengin mengingatkan tentang cinta kasih seorang Lily Potter kepada anaknya yang berhasil mematahkan kutukan mematikan Sang Pangeran Kegelapan. Nah, darisitulah gue sadar kalo kekuatan cinta sungguh sangat luar biasa. Balik lagi pada kisah Spider Man, buat apa Ia bersusah payah melindungi orang lain kalau Ia sendiri tidak memiliki cinta? Cinta itu menguatkan. Bisa membuat segala hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Gombangs ya? Gombal banget! Haha. Tapi emang gitu keadaannya, guys. Coba kita tilik lirik lagu dari Bad English yang judulnya "When I See You Smile", yang berbunyi : "When I see you smile. I can face the world. You know I can do anything." Tuh! Masih berani bilang gue gombal? *pegangclurit

Gambar 10 - Romantisme seorang Peter Parker. Ulala~


#5 Technically Amazing

a. Bergerak ke Segala Arah
Gak berlebihan rasanya kalo gue sebut amazing. Ya karena emang amazing! Setiap gerakan Spider Man mampu membuat mulut gue monyong-monyong gak karuan sambil membuat suara ckckck. Sungguh luar biasa. Melompat, bergelantungan, berguling, berkelahi, sampai nggusrak (bahasa Tegal artinya : jatuh -red) pun keren! Dia bergerak melawan gravitasi dengan sangat menawan, padahal Ia hanya bermodalkan jarang laba-labanya. Gedung-gedung bertingkat pun dilompatinya dengan mudah layaknya anak-anak cewek bermain karet gelang! SADIS! 

Gambar 11 - Watchout! Spidey is coming to you!
b. Perfect Fight Movements

Spidey  memiliki gerakan bertarung yang sungguh sangat cadas! Yeah, kalian liat aja, setiap adegan berantemnya mengundang decak kagum para penonton. Dengan gerak motorik dan insting laba-labanya, dia bisa bergerak lincah dan cepat hanya dalam waktu se-per-sekian detik. Bahkan Ia juga memiliki kemampuan sensor yang membuat keadaan disekitarnya terasa lambat sehingga Ia bisa bergerak menyerang dan menghindari musuhnya dengan leluasa. Lebih gokilnya lagi, dengan kecepatan dan kelincahan yang mengagumkan, Spidey mampu menghindari peluru yang diarahkan menggunakan Submachine-gun berkecepatan tinggi. SEDAP!

Gambar 12 - Spidey dengan mudahnya menghindar dari hujaman peluru Submachine-gun berkecapatan tinggi.

Gambar 13 - Ini adegan yang berhasil bikin gue numpahin kolak pisang gue yang masih "setengah jalan". Kocak parah!

Gue tau ini semua cuma efek trik kamera dan editan yang super duper awesome. Tapi ya balik lagi ke judul : Ini salah satu hal yang bikin gue makin cinta sama laba-laba super yang satu ini. Titik.


#6 Rubber Outfit - Kebal Elemen Listrik

Inget dulu pas Peter Parker bikin baju Human-Spider yang norak abis? Ide jeniusnya malah mentransformasi pakaian ini menjadi baju yang elegan, fleksibel dan tahan elemen listrik karena terbuat dari bahan karet spandex walaupun agak bikin gatel, apalagi di daerah selangkangan, katanya sih. Nah, kostum ini pas banget buat ngelawan musuhnya dalam sekuel ini yaitu Electro si manusia listrik. Dia bisa tahan sengatan yang beribu-ribu volt seukuran daya listrik yang ada di kota NY. Gokil gak tuh? Tapi efeknya tetap Ia rasakan pada ototnya. Yah, namanya juga superhero kondang. Masa sih gara-gara kesetrum bisa nangis kaya bocah baru kemaren sore?

Gambar 14 - Walaupun disetrum beribu-ribu volt, doi gak cengeng, bro!

Gambar 15 - Coba gimana kalo kalian yang disetrum kaya gitu? Cenut-cenut yah kaya personel SM*SH >.<


#7 Kemampuan Berpikir Ilmiah

Peter Parker adalah seorang pelajar yang cerdas. Gimana gak cerdas? Dia kan emang kutu buku. Tapi gak sekedar itu, dia juga sering eksperimen dan melakukan riset sendiri. Jadi pengetahuannya gak sekedar teori, namun juga pada pendekatan sains yang aplikatif. Dalam sekuel film The Amazing Spider-Man 2 ini, doi malah bikin alat untuk mengeluarkan jaring laba-labanya sendiri pake jam tangan. Wah wah, bakal menang olimpiade tingkat RT nih. *SILLY

Gambar 16 - Dalam mengalahkan Electro, Spidey di bantu Gwen dengan memanfaatkan prinsip dinamo listrik kelas 2 SMA.
Gambar 17 - Gak cuman teori, praktek broh!



 ....


Nah, itulah tadi review dan poin-poin yang udah gue jelaskan ke kalian semua. Mungkin gue fanatik. Tapi gue cuman mengapresiasi sebuah karya besar garapan Om Marc Webb dan bro-bro-nya yang udah bikin suatu karya yang besar. Nah, gue percaya sebuah karya yang besar bakal melahirkan karya-karya hebat yang lainnya. Sebagai pecinta film, gue gak mau kalah dong. Gue harus membuat sesuatu juga sebisa dan semampu gue. Syukur-syukur bisa menginspirasi dan menambah wawasan kalian semua. Amien.








Dibikin di : Kasur gue yang keras, lanjut finishing di KFC Tegal. 4 Juli 2014 @ 2.11 A.M (menjelang sahur)

Originally created, edited, and written by. M.H Ghaz
 
 




0 komentar:

Posting Komentar

.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review