Hai guys! Ketemu lagi sama gue di dalam blog gue yang gue bikin sendiri dan artikel ini datang dari pemikiran gue. Seharusnya judulnya jangan kaya yang di atas yah, tapi “Semua Serba Gue”! Haha. Apa sih isi dari artikel ini? Nih gue kasih bocoran dikit ; artikel ini berkaitan dengan filosofi buah nangka dan life lesson yang biasa kita hadapi sehari-hari. Wah! Gimana bisa kepikiran kaya gitu? Gak tau guys, kacau aja tiba-tiba gue dapet ilham pas makan buah nangka di dapur dan dengan secepat kilat buka laptop dan menari-narikan ke sepuluh jari gue yang masih berlumuran getah nangka di atas keyboard. Nah, pada artikel gue kali ini, gue pengen menceritakan dan mendeskripsikan konvergensi antara ketiga variabel pada judul di atas. Yaps, kebahagiaan, masalah, dan BUAH NANGKA. Anggep aja gue bener-bener gak tahu tentang hal-hal di atas, so, mari kita telaah bersama-sama.
Kalau kebahagiaan sama masalah
mungkin masih ada nyambung-nyambungnya kali ya? Secara kan kebahagiaan akan ada
setelah kita berhasil melewati sebuah masalah. Nah tapi kalau sama BUAH NANGKA?
Apa iya nyambung? *pak-ketipak-ketipung
suara gendang bertalu-talu. SEEEERRR!!!!
Nah, kalau tadi kita udah sepakat
nganggep gue sebagai pihak yang gak tahu, sekarang anggep gue jadi pihak yang
udah tahu dan tempe (berubah jadi tahu! CLING!)
Allright guys, pertama gue gak mau
ngajak kalian berpusing-pusing dulu. Sekarang gue pengen tanya dulu nih, kalian
semua pastinya udah pernah kan makan buah nangka? Yang kuning kan? Yang manis
kan kaya penulisnya? YOIH! Bener banget. Yang bergetah dan lengket kan kaya
penulisnya? HELL NO! Oke, jadi sepakat kan kalian udah pada tau? Yang belum
tau, DL yah! (Derita Loe –red) Buat orang-orang dari angkasa luar yang gak tau
dan belum pernah ngerasain nangka, nih gue kasih liat gambarnya :
![]() |
| Gambar 1 - Ini buah nangka. |
Nah, wahai mahluk-mahluk dari
angkasa luar, kalian udah tahu kan bentuknya? Udah bisa ngawang-ngawang dong gimana rasanya yang manis dan menyegarkan? Well, sekarang gue mau membagi buah nangka
berdasarkan bagian-bagiannya. Cukup tiga aja gausah banyak-banyak kaya mau
belajar biologi.
#1 Kulit Nangka
![]() |
| Gambar 2 - Serem yak? Nyucus-nyucus gimanaaa gituu. |
Gimana persepsi pertama kalian
liat kulit nangka? Runcing? Ijo ke-item-iteman? (kaya apa yah?) Jelek? Hmm oke,
persepsi kalian gak salah guys karena
gue pun juga ngeliatnya begitu. Sekarang, pikiran liar gue menganalogikan bahwa
kulit nangka itu layaknya masalah. Oalah
dalah, kok bisa sih?! Ya bisa dong. Mari kita samakan pikiran bahwa sebuah
masalah itu sesuatu yang gak kita inginkan. Cenderung dilihat sebagai suatu hal
yang negatif. Menakutkan dan cenderung kita menghindari masalah. Sama aja kaya
pas pertama kali kita ngeliat kulit buah nangka. Kita pasti gak suka dengan
wujudnya. Ketika mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut, kulit
nangka itu terkesan “tajam” dan sepertinya akan menyakiti tangan kita yang
sehalus sutra. Yang lebih parahnya lagi, bukanya juga agak susah, harus agak
memakai tenaga. Belom lagi kalo kita harus merelakan tangan kita yang seperti
tangan bayi, tercoreng kesuciannya akibat getah yang menempel mesra di tangan
kita. Tapi ketika kita mencoba beramah tamah dengan kulit nangka tersebut,
ternyata gak terlalu runcing juga. Apalagi kalau kita berhasil membuka kulit
nangka tersebut. Kita akan segera dimanjakan oleh rasa manis yang sungguh
membuat ketagihan. Nah ini berhubungan sama masalah. Masalah akan terlihat
mencemaskan, sukar untuk kita hadapi. Tapi ketika kita mencoba “beramah-tamah”
dan “berdamai” dengan masalah, masalah tersebut tidak sepelik yang kita kira. Bahkan
kita akan segera terbuai dan mencari cara bagaimana cara menyelesaikannya.
#2 Tenda Bunga
Kalo udah berhasil “membelah
nangka”, kita bakal menghadapi tantangan yang lainnya selain kulit dan getah
nangka. Apakah itu? JENGJENG! Itu adalah TENDA
BUNGA. Hah? Kok baru tau? Gue juga baru tahu. Baru tahu kalo itu namanya
tenda bunga maksudnya. Yang mana sih? Hah, daripada bingung nih gue kasih liat
gambarnya ya?
| Gambar 3 - Itu yang red-ink bukan penampakan loh ya! |
Gimana? Pasti banyak dari kalian
yang bergumam “ooooh” dengan mulut bulat mutlak layaknya cimol khas Bandung.
Nah, ini keliatannya sepele guys. Tapi
ini juga mempersulitkan kita dalam menikmati daging nangkanya. Kalo kalian gak
sabaran, kalian pastinya udah asal main tarik aja kayak narik lotere yang pake benang yang sering kita beli di
abang-abang harum manis pas kita SD dulu (ngaku loe!) Padahal guys, menurut
artikel di wikipedia yang barusan gue baca, tenda bunga itu memiliki nectar atau cairan sejenis madu yang
rasanya so pasti manis walaupun ini
menyulitkan kita untuk langsung menyikat habis daging buahnya. Tenda bunga ini
yang gue analogikan sebagai “proses menyelesaikan masalah”. Kita harus sabar
dalam menyelesaikan masalah karena kalo kita gak sabaran, malah yang ada kita
bisa memperkeruh keadaan. Nah, kalo kita justru sabar dan menikmati prosesnya,
kita malah akan menghadapi suatu kesan tersendiri yaitu manis. Jadi proses ini
emang sulit dan sepele keliatannya, namun tetap ini merupakan sesuatu yang
gabisa kita lewatkan. Nikmati prosesnya maka kalian akan menemukan nikmat yang
sejati!
#3 Daging Nangka
![]() |
| Gambar 4 - Mmmh, So yummy! |
Setelah kalian ketemu kulit
nangka yang lumayan serem, terus kalian berjibaku dan bergulat dengan kulit
nangka yang tidak hanya seram, namun juga keras . Belum lagi kalian haru
bergulat dengan getahnya yang lengket, sampailah pada kenikmatan sesungguhnya
yaitu buah nangka yang begitu manis, harum dan menggoda. Daging nangka ini gue analogikan dengan
puncak dari masalah yaitu penyelesaiannya. Akan terasa manis sempurna ketika
sudah ranum dan tanpa cacat. Manis dan keutuhan daging yang kalian nikmati juga
berhubungan dengan kematangan dan proses kalian mengupas buah nangka tersebut. Kematangan
adalah saat yang tepat untuk menikmati buah ini, sama dengan ketika kalian
mendapatkan suatu masalah dan kalian memutuskan apa seharusnya masalah ini
diselesaikan dengan segera ataukah ditunggu sampai semuanya kondusif?
Berikutnya adalah proses mengupas buah nangka, apakah kalian memotongnya dengan
sabar dan tepat? Apakah kalian menyingkirkan tenda buah dengan sabar sehingga
daging nangka utuh dan tidak justru terbuang bersama tenda buahnya?
....
Gak kebayang yah begitu banyak
pelajaran di sekitar kita yang bisa kita petik, dari hal yang sepele sampai
yang benar-benar kompleks. Mari kita ucapkan subhanallah. Oh iya, satu lagi mau gue tambahin guys, kalo kita mau mengolah lebih lanjut buah nangka itu menjadi makanan yang lebih lazees pasti bakal oke banget. Contohnya, es kelapa muda nangka, es teler, es doger, wingko nangka dan masih banyak lagi. Ini gue umpakan lagi sama "pengelolaan masalah". Nah kali ini gue serahin sama kalian mau ngartiinnya gimana yah. Yang jelas maksud gue bukan pengen bikin kalian kehausan di tengah-tengah panas terik bulan puasa loh ya. Kalo kalian mengartikannya demikian, yasudah, resiko ditanggung pemirsa! Haha
![]() |
| Gambar 5 - Es doger selalu bikin geger! |
Akhir kata, Semoga kita termasuk orang-orang yang bijak dalam
menghadapi masalah dan menghargai proses sesulit apapun itu.
Dibikin di meja kerja gue, Tegal,
7 Juli 2014 @ 02.00 A.M (menjelang sahur)
Originally created, edited, and
written by M.H Ghaz


17.37
Unknown




Posted in: 

1 komentar:
Ok
Posting Komentar