Por: Unknown
|
|
Telah di posting di facebook on February 26, 2013 at 9:45pm
Di re-posting untuk menanggapi "gambar seram pada bungkus rokok".
Ini jaman dimana sebagian besar orang
berpandangan sama. Men-judge bahwa segala hal yang dibicarakan dan
menjadi headline di berbagai media
sampai pada tajuk rencana pada harian surat kabar layaknya tuhan “Yang Maha
Esa” yang seolah-olah “benar” dan acceptable. Tapi sekarang, penulis
punya sesuatu yang berbeda dan mungkin bisa dibilang anti-mainstream.
Daaaaaan, sekarang yang akan kita bahas
adalah______ (tes kemampuan baca kamu. Baca JUDUL)
First, penulis ga memungkiri bahwa ROKOK
adalah salah satu benda yang berbahaya dan “deadly” di dunia ini?
Betapa tidak? Fakta berkata : "Jumlah kematian akibat rokok di Indonesia
menduduki peringkat ketiga di dunia setelah China dan India. Dari 1127 orang
yang meninggal itu, 67 persennya merupakan laki-laki," kata Yayi
Suryo Prabandari, peneliti Pusat Kajian Bioetik dan Perilaku
Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Waaw, ngeri juga
yah? Tapi disini sih penulis cuma mau berbicara BEDA dan mungkin agak nyeleneh.
Tapi sadar ga sadar, ini pure murni
dasarnya dari pikiran. Inspirasinya? Sebuah benda mati yang sdng Saya pegang dan
slalu nangsang dibibir Saya, ROKOK!
Yeah!
As we know, perokok aktif sebagian besar
adalah COWOK. Kalo mau itung-itungan, statistikanya yaitu sekitar 67% cowok ngerokok
di Indonesia. Nah loh, bener kan? Tapi kenapa ya masih banyak orang yang
ngerokok? Dan kenapa juga cowok itu identik banget sama yang namanya rokok?
Seolah rokok merupakan “analogi”-nya cowok. Buat yang belum tau apa itu “analogi”, nih
penulis coba share yaaa. Analogi itu
sebuah perbandingan antara dua hal atau lebih yang memiliki kesamaan. (nyontek
buku bahasa Indonesia pas SMA :D wkwkwk maklum penulis kan rajin, baik hati dan
tidak sombong hehe). So, ROKOK dan COWOK adalah dua hal yang memiliki kesamaan
kalo kata penulis! Mau bukti? Yuk mari, Check tha hell out!
-
Cowok + Rokok = Stay Simple
Coba yuk ditilik lagi tekstur dari sebuah rokok.
Diliat dari bungkusnya dulu aja deh. Simple banget performance-nya
tapi memiliki isi yang lebih dari satu. Ya iyalah, gak mungkin banget dong
bungkus rokok gambarnya Hello Kitty lagi pakek Hot Pants dan isinya
cuman satu batang? (alay dan pelit banget tuh yang beli) So, Layaknya cowok yang mencintai segala sesuatu yang simple tapi
berarti. Sederhana tapi memiliki sesuatu yang lebih.
-
Cowok + Rokok = Tegak berdiri!
Dari bungkus kita udah tau kan? Next, tekstur dari sebatang rokok itu
pasti tegak. Gak lucu dong kalo batang rokok mlentang-mlentong ga
keruan, ya gak? Hmm...jadi ini bisa dianalogikan sebagai pribadi cowok yang
(seharusnya) tangguh, kekeuh pada
pendirian, dan ga gampang buat jatuh begitu aja altough terkadang
rokok juga bisa patah juga. Sama kayak cowok yang sejatinya manusia biasa,
kadang bisa putus asa. Tapi percaya deh, kalo kalian ngaku perokok sejati dan
kalian ngaku cowok, kalian pasti bisa tegar dan bangkit berdiri lagi! BERDIRI
TEMAN! \m/
-
Cowok + Rokok = Kedamaian
Gak dipungkiri, rokok seringkali membuat para cowok
menjadi damai. Betapa tidak? Rokok mempunyai zat kimia yang terkandung dalam
tembakau yaitu Nichotine yang mampu
merangsang zat dhopamine di otak manusia. Dengan bertambahnya kadar
zat dhopamine itu sendiri, akan timbul relaksasi dan ketenangan. Gak
dipungkiri juga cowok yang emang dasarnya makhluk yang selalu mengidam-idamkan
kedamaian, apalagi dengan segala aktivitas sehari-hari yang bejibun dan bikin
sumpek, membuat cowok bakal betah banget kalo udah berada dalam fase ini.
Seringkali ketenangan ini membuai para cowok dengan kedamaiannya yang membuat
jiwa ini tenang. Tapi inget ya! Jangan serta merta kalian jadiin rokok buat escape
dari masalah. Ini cuman buat relaksasi sementara aja kalo menurut Saya.
Langkah yang selanjutnya ya kalian bener-bener harus terjun dan hadapi,
selesaikan setiap permasalahan sampai TUNTAS.
-
Cowok + Rokok = Rela Berbagi
Sob, jangan ngaku smokers kalo kalian gak
tau apa itu artinya “berbagi”. All the smokers tuh terbiasa banget
sama yang namanya berbagi. Contoh simple yang mengacu pada “kebiasaan jelek”
para perokok itu seringkali dia bawa rokok, tapi ga selalu dia bawa korek!
(ngaku lo!) Kalo udah gini terus mau gak ngerokok gitu? NO WAY! Seorang perokok
sejati cenderung gak membiarkan rokoknya didiemin begitu aja. Dia pasti cari
orang lain, entah sahabat, tukang becak, tukang tukang parkir sampe satpam mall
cuma buat PINJEM korek. Kok pinjem? Ya iyalaah, masa mau nungguin sampe ada geledek
cuma buat nyamber rokok lo? Dan uniknya, kok mau-maunya yah orang gak kenal dan
dateng darimana, ujug-ujug nongol terus dipinjemin korek? Nah dari
situlah penulis memperhatikan kalo perokok cenderung berbagi, No matter who you are, just share.
-
Cowok + Rokok = Karakteristik
Mens,
udah berapa rokok yang kalian isep? Udah berapa bungkus rokok yang udah kalian
kucel-kucelin. Dari yang berbentuk persegi panjang sampe bentuknya jadi ga
karuan, lantas kalian lempar ke tong sampah? Dan udah berapa merk rokok yang kalian
cobain? Beda ga rasanya? Absoulutely!
Kalo sepintas diliat, contains dari rokok itu sendiri sama-sama
tembakau. Ada tar-nya juga. Sama-sama
asep. Sama-sama dibalut pakek kertas dan abis itu dilem juga (wah, kok jadi kek
mumi yaa?). Tapi kok kenapa rasa dan aroma serta tekstur dari asep yang mampir
di mulut kita itu beda yah? Khas dari tiap-tiap merk itu emang beda. Kenapa?
Karena kualitas dari tembakau yang dipetik itu juga berbeda tergantung dari
daerah asal daerah tembakau itu sendiri guys. Makanya tiap rokok punya karakter
yang berbeda-beda. Ada yang keras kayak Malioboro. Ada yang ramping
dan smooth kayak Sempurna.
Ga jauh beda sama cowok. Ada yang karakter bawaannya keras dan ambisius. Ada
yang kalem dan smooth tapi istimewa. It’s mean, this is the differentiation
of man. Manusia apalagi lelaki. Serupa namun tak sama.
-
Cowok + Rokok = Taste and Perfection
Lanjutan dari sub-bab yang tadi yah? Kita udah
ngerti kalo perbedaan dari karakter rokok itu balik lagi ke masalah selera. Ngomong-ngomong
soal selera nih ya, tiap orang pasti punya selera atau kesenangan terhadap
sesuatu yang berbeda pula. Selera orang beda-beda, tapi intinya tetep satu :
setiap orang selalu mengejar KESEMPURNAAN walaupun di dunia ini gada yang
sempurna except our god it self. Selera berhubungan dengan “tingkat”
kesempurnaan dari masing-masing orang yang berbeda-beda. KESEMPURNAAN juga
ditinjau dari proses pembuatan dari rokok itu sendiri. Dimulai dari nanem biji
tembakau yang perlu waktu 10-15 tahun (dari jaman nenek buyut, berbuah jadi ibu
ato bapak lo dan melahirkan elo yang sekarang lagi mantengin tulisan ini),
terus gak tanggung-tanggung, tembakau cuma bisa tumbuh di tanah yang mengandung
unsur hara yang tinggi dan tingkat ketinggian tanah tertentu. Jadi gak bisa
dong klo kalian buang biji tembakau di lapangan bola trus serta merta langsung
tumbuh dan kalian jadi produsen rokok sendiri? Lanjut ke proses pemilihan yang
benar-benar tradisional caranya. Tradisional? Ya jadi pemilihannya tuh
benar-benar diproses sama manusia yang jeli dan so pasti udah expert banget
dalam dunia ke-tembakau-an. Dan proses ini gak bisa dilakukan dengan
komputerisasi. All by hand guys! Ini
semua dibuat cuman demi membuat rokok yang terjamin kualitasnya dan ga luntur
karakteristiknya walaupun udah berganti generasi! Disini cowok-cowok bisa
belajar bahwa kerja keras itu adalah “totalitas” dan ga melulu gampangan, namun
semua butuh proses yang ga sebentar untuk menciptakan KESEMPURNAAN!
......
Okay, so
that was apa yang udah Saya bahas panjang lebar tentang analogi antara
“Cowok dan Rokok”. Disini penulis sama sekali gak bermaksud buat ngajakin orang
buat ngerokok atau meng-influence orang buat memulai kebiasaan ini.
Toh juga orang ngrokok atau gak ngrokok itu tergantung sama bakat kalo menurut
gw. Kalo emang dasarnya dia bakat ngrokok ya dia bakalan jadi perokok. Tapi
kalo ga bakat, ya mau nyoba sampe batuk-batuk beribu kali dan dipaksa mangap
selebar apapun cuma buat ngisep yang satu ini juga dia ga bakal merasakan apa
sih nikmatnya merokok itu. Penulis cuma pengen share aja alesan kenapa cowok identik dengan rokok. Ini pure hasil pengamatan langsung dari Saya
yang terjun langsung ke dunia pe-rokok-an dan pengamatan dari orang-orang di
sekeliling Saya. Artikel ini sifatnya non-etis.
Its mean, bukan mengacu pada nilai
kebenarannya, tapi murni dari niat berbagi yang semenjak lama terpendam dalam
jiwa (ceilah). So, terserah deh yang mau nyangkal dan menghujat abis-abisan
artikel. Yang jelas, ini adalah fakta dan realita yang terjadi pada orang-orang
di sekeliling kita.
Mungkin gak perlu berpanjang lebar lagi karena
daritadi kita juga udah berpanjang-panjang dan berlebar-lebaran. Kalo ada
kritik dan saran atau tanggapan, posting aja di comment. Semuanya insya Allah bakal penulis baca, resapi
dan (kalo sempet) balesin satu-satu. Balesnya pakek tulisan yak? Bukan pakek
duit, apalagi pakek ROKOK! Kalo mau, langsung dateng aja. Kemana? Ke warung
lah! Hahaha. See you in next article
;)
Respect the others, keep in low and learn
from anything that happen in this life.
Salam kebul
M. H Ghaz
Dibikin di : Ruang tamu tercinta. Tegal, 26
Februari 2013 @ 22.10
Originally created, edited n written by : M.H
Ghaz
2 komentar:
"Yang jelas, ini adalah fakta dan realita yang terjadi pada orang-orang di sekeliling kita."
are you kidding me? it's just your opinion maybe. but, selain pendapat " Cowok + Rokok = Stay Simple sama Cowok + Rokok = Tegak berdiri!", mungkin pendapat yang lainnya masih bisa diterima. maksudku, ayolah stay simple dan tegak berdiri? zzzz....
masih bisa diterima, karena yah bagi mereka (perokok, whatever sama gender), merokok ya bisa ngasih peace, rela berbagi (eng ?_?), karakteristik, taste and perfection, feel nya mungkin sama aja kayak benda2 or something yang masing2 orang sukai. pastinya punya somehow which very special for them as you are.
dan, mungkin ini yang bikin kamu jadi perokok aktif bahkan sejak duduk di bangku SMP? hemt, forget it, cuma bercanda kok. at least, artikelnya lumayan. ^.^
Hahaha yaps ini cuma opini liar yang jujur kok :) Hehe
Thanks udah mampir! ;)
Posting Komentar